Jumat, 18 Januari 2013

hadits


DISUSUN OLEH : SAMSUL HAKIM
15.2.12.5.028
1/D. EKONOMI ISLAM

HADITS NABI SAW TENTANG ANJURAN MENGGUNAKAN METODE YANG MENGGEMBIRAKAN DALAM MENGAJAR
 dapat ditemukan setidaknya di empat kitab hadits utama sebagai berikut:
1.      Riwayat al-Bukhari
حَدَّثَنَامُحَمَّدُبْنُبَشَّارٍقَالَ : حَدَّثَنَايَحْيَىبْنُسَعِيدٍقَالَ : حَدَّثَنَاشُعْبَةُ،قَالَ : حَدَّثَنِيأَبُوالتَّيَّاحِ،عَنْأَنَسٍ،عَنِالنَّبِيِّصلىاللهعليهوسلمقَالَ : يَسِّرُوا،وَلاَتُعَسِّرُواوَبَشِّرُوا،وَلاَتُنَفِّرُوا.
Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami (dengan berkata) Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami (dengan berkata) Syu’bah menceritakan kepada kami (dengan berkata) Abu Tayyah menceritakan kepadaku yang diterima dari Anas dari Nabi SAW. Nabi SAW bersabda: Mudahkanlah (mereka)  dan jangan kau persulit, gembirakanlah dan jangan membuat (mereka) lari (menjauhimu)

2.      Riwayat Imam Muslim

حَدَّثَنَاأَبُوبَكْرِبْنُأَبِىشَيْبَةَوَأَبُوكُرَيْبٍ - وَاللَّفْظُلأَبِىبَكْرٍ - قَالاَحَدَّثَنَاأَبُوأُسَامَةَعَنْبُرَيْدِبْنِعَبْدِاللَّهِعَنْأَبِىبُرْدَةَعَنْأَبِىمُوسَىقَالَكَانَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- إِذَابَعَثَأَحَدًامِنْأَصْحَابِهِفِىبَعْضِأَمْرِهِقَالَبَشِّرُواوَلاَتُنَفِّرُواوَيَسِّرُواوَلاَتُعَسِّرُوا

Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib –redaksi hadits dari Abu Bakar- menceritakan kepada kami, keduanya berkata Usamah bercerita kepada kami (yang berasal) dari Buraid bin Abdillah (yang diterima) dari  Abi Burdah (yang diterima) dari Abu Musa, bahwa ia berkata, pada saat Rasulullah mengutus salah satu sahabatnya untuk suatu tugas maka Rasulullah bersabda: “Gembirakanlah (mereka), jangan kau buat mereka lari, mudahkanlah dan jangan mempersulit (mereka).”

3.      Riwayat Abu Daud

حَدَّثَنَاعُثْمَانُبْنُأَبِىشَيْبَةَحَدَّثَنَاأَبُوأُسَامَةَحَدَّثَنَابُرَيْدُبْنُعَبْدِاللَّهِعَنْجَدِّهِأَبِىبُرْدَةَعَنْأَبِىمُوسَىقَالَكَانَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- إِذَابَعَثَأَحَدًامِنْأَصْحَابِهِفِىبَعْضِأَمْرِهِقَالَبَشِّرُواوَلاَتُنَفِّرُواوَيَسِّرُواوَلاَتُعَسِّرُوا.
Usman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami (dengan berkata) Abu Usamah menceritakan kepada kami (dengan berkata) Buraid bin Abdillah menceritakan kepada kami, dari kakeknya (yang bernama Abu Burdah) yang diterima dari Abu Musa. Abu Musa berkata bahwa pada saat Rasulullah mengutus salah satu sahabatnya untuk suatu tugas maka Rasulullah bersabda: “Gembirakanlah (mereka), jangan kau buat mereka lari, mudahkanlah dan jangan mempersulit (mereka)
4.      Riwayat Ahmad bin Hanbal
حدثناروحقال حدثنا شعبةسمعتأباالتياحقالسمعتأنسبنمالكيحدثعنالنبيصلىاللهعليهوسلمأنهقال : يسرواولاتعسرواواسكنواولاتنفروا

Rauh bin ‘Ubadah menceritakan kepada kami, dengan berkata, Syu’bah menceritakan kepada kami (dengan berkata) aku mendengar Abu Tayyah berkata, aku mendengar Anas bin Malik menceritakan dari Nabi SAW, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Mudahkanlah (mereka)  dan jangan kau persulit, buatlah mereka tenang dan jangan membuat (mereka) lari (menjauhimu).
B.     Kualitas Hadits
1. Penelitian Sanad
1)      Anas bin Malik (w.83 H)
Nama lengkapnya adalah Anas bin Malik bin Nadhar bani 'Adi bin al-Najar al-Anshari Abu Hamzah al-Madani. Anas menjadi khadam (pelayan)  Rasulullah selama 10 tahun. Ia menghabiskan waktu tua sampai saat wafatnya pada tahun 83 H di Bashrah dalam usia 93 tahun. Anas adalah  sahabat Nabi yang meriwayatkan 1286 hadits, 198 hadits yang disepakati Bukhari dan Muslim, 83 hadits yang diriwayatkan Bukhari sendiri dan 71 hadits diriwayatkan oleh Muslim sendiri.
2)      Abdullah bin Qais /Abu Musa (w. 50 H)
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais bin Salim bin Hadhar. Ia merupakan salah satu sahabat Nabi SAW. Ia wafat di Kufah pada tahun 50 H. Ia meriwayatkan hadits dari Ubay bin Ka'ab, 'Aisyah, Abdullah bin Utsman, Abdullah bin Mas'ud, Ali Bin Abi Thalib dan Umar bin Khatab. Seperti halnya Anas bin Malik, Abu Musa juga tidak diragukan kredibilitasnya dalam meriwayatkan hadits.
3)      Yazid bin Hamid /Abu al-Tayyah (w.128 H)
Abu al-Tayyah adalah nama kunyah. Adapun nama aslinya adalah Yazid bin Hamid. Ia adalah seorang tabi'in yang tinggal di Bashrah namun wafat di Sijistan pada tahun 128 H. Abu al-Tayyah berguru pada Abu Zur'ah bin 'Amr, Anas bin Malik, Jabir bin Nauf, Hafs bin Abdillah, Shakhr bin Badr dan sebagainya.
4)      'Amar bin Abdullah /Abu Burdah (104 H)
Nama lengkapnya adalah 'Amar bin Abdullah bin Qais.Ia memiliki laqab Ibnu Abi Musa al-Asy'ari. Abu Burdah merupakan salah seorang tabi'in yang tinggal di Kufah dan wafat pada
tahun 104 H. Para syuyuh (gurunya) antara lain: Ubay bin Ka'ab, al-Barra` bin 'Azab, Khudzaifah bin Yaman, 'Aisyah, Abdurrahman bin Shakhr, Abdullah bin Salam, Abdullah bin 'Amr bin Khatab, Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash, Abdullah bin Qais, Ali bin Abi Thalib dan lain-lain.
5)      Syu'bah bin al-Hajjaj bin al-Warad (w. 160 H)
Syu'bah memiliki nama kunyah Abu Bustham. Ia tinggal di Bashrah dan wafat pada tahun 160 H. Syu'bah termasuk salah satu tabi'in besar yang menjadi imam, muhaddits dan pengkritik hadits. Guru-gurunya adalah Aban bin Tsa'lab, Ibrahim bin Suwaid, Ibrahim bin Amir, Abu Ishak, Ibrahim bin Maisaroh, Abu Bakar bin Abdullah, Abu Bakar bin Mahmud dan sebagainya.
6)      Buraid bin Abdillah
Nama lengkapnya adalah Buraid bin Abdullah. Tidak ada keterangan kapan ia lahir dan wafat. Ia meriwayatkan hadits dari 'Amar bin Usamah, 'Amar bin Abdillah dan Mu'adz bin Jabal. Yahya bin Ma'in, Tirmidzi, al-'Ijliy dan Abu Daud al-Sijistani menilainya tsiqah. Ibu 'Adiy menilainya shaduq dan al-Nasa'i menilainya dengan laisa bihi ba'sun(tidak bermasalah/tidak memiliki cacat).Secara umum Buraid dianggap tsiqah dan hanya melakukan sedikit kesalahan.
7)      Yahya bin Sa'id (w.198 H)
Nama lengkapnya, Yahya bin Sa'id bin Farukh al-Qattan al-Tamimy. Ia lahir di Bashrah tahun 120 H dan wafat 198 H. Yahya bin Sa'id merupakan atba'ut tabi'in. kecil. Di antara guru-gurunya: Usamah bin Zaid, Asy'ats bin Abd al-Malik, Ja'far bin  Muhammad, Ali bin Husain, Ja'far bin Maimun, Hasan bin Dzakwan, Husein bin Dzakwan, Hammad bin Salamah bin Dinar, Humaid bin Ziyad dan sebagainya.
8)      Rauh bin 'Ubadah bin al-'Alaq (w. 205 H)
Ia memiliki nama kunyah Abu Muhammad. Tinggal dan wafat di Bashrah. Para gurunya antara lain: Usamah bin Zaid, Israil bin Yunus bin Abi Ishaq, Ismail bin Muslim, Asy'ats bin Abd al-Malik, Aiman bin Nabil, Bistham bin Muslim, Tsabit bin 'Imarah, Tsaur bin Yazid, Jarir bin Hazm, Habib bin al-Syahid dan lain-lain.
9)      Hammad bin Usamah /Abu Usamah (w.201 H)
Ia adalah Hammad bin Usamah bin Zaid. Seorang tabi'in yang  tinggal dan wafat di Kufah pada tahun 201 H. Di antara guru-gurunya: Ibrahim bin Muhammad bin Haris, Ahwash bin Hakim, Idris bin Yazid, Usamah bin Zaid, Ismail bin Abi Khalid, Buraid bin Abdillah, Bahz bin Hakim, Ja'far bin Maimun, Hatim bin Abi Shaghirah, Habib bin al-Syahid, Zakaria bin Abi Zaidah Khalid dan lain-lain.
10)  Muhammad bin Basyar bin 'Utsman (w.252 H)
Ia merupakan tabi'u al-tabi'in besar yang memiliki kunyah Abu Bakar. Ia tinggal di Bashrah dan wafat pada tahun 252 H. Guru-gurunya antara lain: Ibrahim bin 'Amr, Azhar bin Sa'ad, Ishak bin Yusuf, Umayyah  bin Khalid, Bahaz bin Asad, Ja'far bin 'Aun, Hajjaj bin Munhal, Hafs bin 'Amr, Hammad bin Mas'adah, Salim bin Nauh, Sa;id bin Rabi', Sa'id bin 'Amr, Salam bin Qutaibah, Sulaiman bin Daud, Sahal bin Yusuf, Sofwan bin 'Isa, 'Ibad bin Laits  dan sebagainya.
11)  Muhammad bin al-'Ala` bin Kuraib /Abu Kuraib (w.248 H)
Nama lengkapnya adalah Muhammad bin al-'Ala` bin Kuraib. Ia adalah salah satu tabi'ut tabi'in yang tinggal di Kufah. Abu Kuraib wafat pada tahun 248 H. Beberapa gurunya antara lain: Ibrahim bin Ismail, Ibrahim bin Yusuf, Abu Bakar bin 'Iyasy, Ishaq bin Sulaiman, Ishaq bin Mansur, Ismail bin Ibrahim bin Ma'qsam, Ismail bin Shabih, al-Aswad bin 'Amr, Bakr bin Abdurrahman, Bakr bin Yunus dan lain-lain.
12)  Abdullah bin Muhammad /Abu Bakar bin Abi Syaibah (w.235 H)
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin 'Utsman. Ia adalah tabi'u al-atba' yang tinggal di Kufah dan wafat pada tahun 235 H. Di antara para gurunya adalah: Abu Bakar bin 'Iyasy, Ahmad bin Ishaq, Ahmad bin Abdullah bin Yunus, Ahmad bin Abd al-Malik, Ishaq bin Sulaiman, Ishaq bin Mansur, Ishaq bin Yusuf, Ismail bin Ibrahim bin Maqsam dan lain-lain.
13)  'Usman bin Abi Syaibah (w. 239 H)
Nama lengkapnya adalah Usman bin Muhammad bin Ibrahim bin 'Usman. Ia termasuk tabi'u al-Atba' yang tinggal di Kufah. Guru-gurunya antara lain: Ibrahim bin Sulaiman Ahmad bin Ishaq, Ahmad bin al-Mufdhil, Ishaq bin Mansur, Ismail bin Ibrahim bin Muqsam, Ismail bin 'Iyasy, al-Aswad bin 'Amr, Basyar bin al-Mufdhil, Jarir bin Hazim, Jarir bin Abd al-Hamid, Hatim bin Ismail dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian sanad di atas dapat diketahui bahwa hadits tentang perintah memudahkan dan menggembirakan dalam mengajar siswa dari segi sanad adalah bersambung (muttasil) kepada Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut dapat dilihat dari kualitas sanad yang ada serta didukung oleh adanya periwayat syahid dan muttabi’. Hadits ini dikatakan memiliki syahid karena perawi di tingkat sahabat Nabi (perawi 1) terdiri lebih dari dua orang, yaitu Anas bin Malik dan Abdullah bin Qais. Hadits di atas juga memiliki muttabi’ pada periwayat ke empat dan ke lima. Dengan adanya syahid dan muttabi’ maka hadits yang kualitas sanadnya sudah baik  tersebut akan bertambah kuat untuk dijadikan sumber rujukan.
Kualitas sanad hadits di atas dikategorikan baik karena mayoritas penilaian terhadap kualitas para perawi menempati urutan yang tinggi dengan dibuktikan lafadz tsiqah-tsiqah-tsiqah, tsiqah, tsiqah tsabat, tsiqah ma`mun, hafiz al-hadits, shaduq dan yang senadayang digunakan oleh para ulama kritikus hadits. Hanya ada beberapa periwayat yang dinilai la ba`sa bihi. Memang ada perawi yang dinilai yudallis (pernah menipu), yaitu penilaian Muhammad bin Sa’ad terhadap Hammad bin Usamah (w. 201 H) pada hadits jalur Imam Abu Daud, namun Muhammad bin Sa’ad tetap menilai Hammad bin Sa’ad sebagai perawi yang tsiqah ma’mun karena Hammad yang pernah menipu tersebut menjelaskan perbuatannya tersebut. Redaksi lengkapnya adalah “tsiqatun ma`mun, yudallisu wa yubayyinu tadlisahu”. Karena penilaian kritikus hadits terhadap para perawi hadits di atas mayoritas positif maka hadits di atas termasuk hadits yang sanadnya shahih. Kesimpulan ini berdasarkan kaidah al-akhdzu li al-ta’dil (yang diambil sebagai patokan adalah yang menilai positif).



2. Penelitian Matan
            Matan hadits tentang  perintah memudahkan dan menggembirakan dalam mengajar lewat jalur periwayatan Imam Muslim sama persis dengan yang diriwayatkan lewat jalur Abu Daud. Sedangkan matan hadits pada jalur periwayatan Bukhari memiliki kemiripan dengan riwayat pada jalur Ahmad bin Hanbal. Perbedaan tampak  pada penggunaan lafadz basysyiruu pada jalur Bukhari, sementara pada jalur Ahmad bin Hanbal menggunakan lafadz askinuu.Matan hadits pada jalur Imam Muslim dan Abu Daud juga memuat keterangan tentang siapa yang diperintah untuk memudahkan dan menggembirakan dalam mengajar (berdakwah), yaitu seorang sahabat yang ditugaskan untuk suatu urusan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar